Tuesday, October 20, 2009

= Berburu PNS =


Tak tahu kenapa, kok akhir-akhir ini keinginan tuk mencoba tuk jadi PNS mulai menggeliat di otakku. Padahal kalo kutengok lagi kebelakang, 1 tahun 2 tahun yang lalu, saya sungguh amat tak berminat atau malah menyebutnya "melecehkan" kata-kata PNS. Hal ini karena dibenak saya sudah terpatri bahwa kerja jadi PNS itu orang bodo yang dibelenggu oleh kekuasaan dan materi saja,karena banyak korupsi terjadi di kalangan PNS. Makanya saya tidak mengindahkan jika ada email dari teman menginfokan lowongan PNS, boro-boro meng-apply lamarannya, baca syarat-syaratnya saja saya sudah muak.


Tapi itu dulu, sekarang saya mulai melirik-lirik lagi CPNS yang bertebaran di pengumuman bulan-bulan di ujung tahun 2009 ini. Tak khayal lagi, keinginan ini didorong karena niatan saya untuk segera menikah, jadi dalam pemikiran saya, kalau jadi PNS bisa pulang tepat waktu setidaknya jam 4 sore tanpa macet-macet ria, saya bisa bercengkrama dengan anak di rumah. Hmmmm, mungkin alasan saya kurang profesional sih, tapi kalau dilihat saat ini figure PNS tidak seperti dulu lagi yang penuh dengan KKN, jadi saya mulai bersemangat tuk nglamar PNS.


Mungkin benar kata pepatah, manusia bisa berencana namun Allah SWT yang menentukan, akhir-akhir ini saya mencoba mengikuti apply-an beberapa departemen yang saya minati dan karena sesuai dengan background pendidikan dan pengalaman kerja saya juga, tetapi belum ada satupun yang lolos seleksi administrasi. Kadang ada rasa sebel, menyesal dan iri jika melihat proses CPNS ini. Tapi jika niat kita baik pasti ada hasilnya, Allah menjanjikan, jika kita berusaha keras maka akan ada hasil yang memuaskan, dan saat ini kekuatan itu yang mendorong saya untuk mengikuti seleksi CPNS diberbagai departemen.


Di sisi lain saya masih harus bersyukur karena saat ini saya masih lebih baik dari orang lain, karena saya masih dipercaya bekerja di perusahaan swasta yang cukup bergengsi yang setidaknya masih bisa berkarya untuk menjadi manusia yang produktif. Keputusan saya mencari-cari lagi lowongan kerja jadi PNS bukan karena tidak nyaman atau jenuh bekerja di perusahaan saya saat ini, tetapi karena load bekerjanya yang cukup padat dan sering over time, makanya jika saya telah berkeluarga apakah rutinitas pekerjaan ini masih kujalankan secara profesional ?. Pertanyaan itulah yang mengetuk saya untuk berpikir dalam pencarian dalam berburu jadi PNS. Takut tidak bisa bekerja secara produktif dan profesional, makanya saya mencoba mencarai temapat lain yang lebih longgor pembagian waktu kerjanya.Semoga keputusan ini berakhir indah di masanya, amin ya robbal 'alamin

2 comments:

Dwiki Setiyawan said...

Biasanya perempuan memang nyari profesi yang aman-aman saja. Hehehe. Istriku awalnya juga begitu. Ngikut pelbagai tes CPNS, malah hingga 1 tahapan saja namun gagal. Sedangkan lelaki, soal profesi tidak terlalu memikirkan apakah ia akan jadi PNS atau karyawan swasta. Atau malahan wiraswasta. Yang penting penting, tetap bekerja sebagai manifestasi kemanusiaannya.

Wiwin said...

iya benar pak, karena sebagai wanita apalagi sudah berkeluarga, akan memikirkan 2 sisi hal yang berbeda yakni pekerjaan dan rumah tangga ( anak-suami)yang mana keduanya sangat penting. Si istri pengen tetep berkarir namun bisa juga mengurus keluarga dengan sempurna. Dan laha PNS cukup menjanjikan untuk ukuran toleransi waktu, jam kerja yang relatif tdk sepadat di swasta dan beban kerja yang tidak terlalu tinggi. Tak heran banyak wanita dewasa yang mengarungi keluarga atau yang akan berkeluarga yang mengincar posisi PNS tersebut. Namun tak menutup kemungkinan di swasta / wiraswasta sebenernya bisa juga asal bisa mengaturnya. Jadi salut buat ibu-ibu yang bisa berkarir namun bisa menjaga keharmonisan keluarga serta ngurus anak dengan sempurna.. :)